Axana Office merupakan penyedia jasa sewa ruang kantor dan Virtual Office di area Jakarta Timur.
Bayangkan Anda memiliki tim berjumlah lima orang, bekerja dari mana saja, dan produk masih dalam tahap pengembangan. Menyewa kantor secara permanen sering kali belum masuk ke kebutuhan utama. Namun, notaris membutuhkan alamat untuk akta pendirian dan sistem OSS (Online Single Submission) memerlukan alamat usaha untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Alternatif yang dapat dipilih adalah memanfaatkan virtual office untuk Startup Teknologi Anda.
Pemanfaatan VO untuk alamat usaha tetap dianggap legal, asalkan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Anda sudah sesuai. Baca panduan virtual office Jakarta untuk mengetahui penjelasan mengenai legalitas VO, zonasi, dan pemilihan penyedia.
KBLI adalah Penentu Pemakaian Virtual Office untuk Startup Teknologi, Bukan Ukuran Tim
Saat mendirikan startup, Anda perlu memilih KBLI yang sesuai dengan kegiatan usaha. KBLI mengklasifikasikan aktivitas ekonomi mengikuti jenis kegiatan yang dijalankan perusahaan.
Sistem perizinan berusaha berbasis risiko membagi kegiatan usaha dalam beberapa kategori, yaitu risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi, serta tinggi. Ketentuannya tercantum dalam PP No. 28 Tahun 2025 yang menggantikan PP No. 5 Tahun 2021 mulai 5 Juni 2025.
Kategori risiko menentukan jenis perizinan yang harus Anda penuhi. Usaha berisiko rendah umumnya cukup menggunakan NIB sebagai perizinan utama. Sementara, usaha berisiko menengah atau tinggi dapat memerlukan sertifikat standar atau izin tambahan.
Kode KBLI yang Umum Digunakan untuk Pemakaian Virtual Office untuk Startup Teknologi
Startup teknologi pada dasarnya dapat menjalankan berbagai kegiatan. Cocokkan dahulu kegiatan tersebut dengan kode KBLI yang tepat. Berikut beberapa kode atau kategori usaha yang dapat Anda jadikan titik awal pemeriksaan.
|
KBLI atau kategori usaha |
Kegiatan usaha |
Kecocokan dengan virtual office |
|
62010 |
Aktivitas pemrograman terkait komputer. Contohnya pengembangan aplikasi dan software house. |
Ya. Risiko rendah, cukup dengan NIB. |
|
62020 |
Konsultasi komputer dan layanan terkait. |
Ya. Berpotensi cocok untuk kegiatan konsultasi berbasis kantor atau remote. |
|
58200 |
Penerbitan perangkat lunak. |
Ya. Periksa kesesuaian kode dengan produk yang diterbitkan. |
|
63111 |
Pengolahan data, hosting, dan aktivitas terkait. |
Perlu pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika Anda mengoperasikan infrastruktur sendiri. |
|
KBLI lainnya terkait jasa bidang teknologi |
Jasa Teknologi. |
Bergantung pada model bisnis dan persyaratan perizinan. Skala mikro dan kecil biasanya termasuk risiko rendah, sedangkan skala menengah dan besar perlu izin tambahan. Contohnya SIUPMSE. |
Ada pula dua catatan penting yang wajib Anda ketahui sebelum mendaftar. Pahami dua poin di bawah ini untuk menghindari kesalahan. Baca juga panduan mengurus NIB dengan virtual office apabila dibutuhkan.
- Klasifikasi KBI bisa berubah. Sektor teknologi termasuk yang paling sering mengalami penyesuaian kode. Beberapa kode yang dulu umum dipakai platform digital sudah dialihkan atau dipecah dalam pembaruan terakhir. Anda sebaiknya memastikan kode terbaru langsung di oss.go.id sebelum menyusun akta. Pengubahan KBLI setelah akta terbit justru mengharuskan Anda ikut merubah akta.
- Satu perusahaan dapat memiliki beberapa KBLI. Startup yang membangun produk sekaligus menjual jasa konsultasi biasanya mendaftar dengan KBLI 62010 dan 62020. Apabila salah satu KBLI masuk dalam risiko menengah atau tinggi, persyaratan lokasi untuk kode itu tetap berlaku walaupun kode lainnya masuk risiko rendah.
Kapan Startup Teknologi Tidak Bisa Memakai Virtual Office?
Pemanfaatan VO memang membantu Anda memenuhi kebutuhan alamat perusahaan, tetapi belum tentu bisa menggantikan lokasi operasional. Nilai saja kebutuhan tersebut berdasarkan aktivitas bisnis, persyaratan perizinan, serta fasilitas yang dipakai.
Berikut beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian. Jika situasi Anda masuk salah satu kategori di bawah, virtual office masih bisa dipakai untuk tahap pendirian. Namun, rencanakan perpindahan ke kantor fisik sejak awal.
1. Mengoperasikan Infrastruktur Fisik Sendiri
Perusahaan startup yang mengelola server, perangkat keras, atau peralatan pengujian membutuhkan lokasi khusus untuk mendukung operasional. Anda perlu memastikan lokasi tersebut sesuai dengan kebutuhan teknis dan ketentuan usaha.
Kebutuhan kantor fisik mungkin lebih sederhana apabila startup hanya menggunakan layanan cloud. Namun, virtual office tetap tidak dapat menggantikan tempat untuk menjalankan kegiatan teknis yang membutuhkan fasilitas khusus.
2. Model Bisnis Punya Komponen Logistik atau Ritel
Bisnis startup e-commerce yang menyimpan stok barang atau mengelola pengiriman membutuhkan gudang untuk mendukung operasional. Virtual office tidak dapat menggantikan fungsi lokasi penyimpanan dan distribusi barang.
Anda dapat menggunakan virtual office sebagai alamat administratif dan menyewa gudang terpisah. Pastikan bahwa lokasi gudang memang memenuhi ketentuan tata ruang dan izin yang berlaku.
3. Bidang Usaha Punya Aturan Khusus
Startup di bidang fintech, kesehatan, dan pendidikan mungkin perlu memenuhi persyaratan tambahan. Ketentuan ini bergantung pada jenis layanan dan kegiatan usaha yang sedang berjalan.
4. Tim Sudah Bekerja On-Site Setiap Hari
Kondisi tim yang sudah bekerja on-site setiap hati umumnya membutuhkan beberapa fasilitas. Meliputi meja kerja, ruang rapat, dan internet yang memadai. Virtual office saja belum tentu bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Alamat Perusahaan Startup Saat Investor Melakukan Due Diligence
Konsistensi alamat perusahaan sering jadi perhatian investor, terutama saat startup mengajukan pendanaan. Pastikan alamat pada akta pendirian, NIB, NPWP badan, dan rekening bank tercantum sama. Hal ini bertujuan supaya proses verifikasi berjalan lancar.
Penggunaan virtual office tidak akan menimbulkan masalah selama alamatnya terverifikasi dan penyedianya mudah dihubungi. Sebaliknya, data yang tidak konsisten berpotensi memicu pertanyaan lanjutan dari investor maupun bank.
Anda perlu menggunakan alamat yang konsisten di seluruh dokumen dan pilih penyedia yang responsif untuk menghindari kendala. Baca juga artikel tentang membuka rekening bank perusahaan dengan virtual office dan pengurusan NPWP badan dengan alamat Virtual Office, sebagai bagian konsistensi alamat usaha yang dipakai.
Perubahan Kondisi saat Startup Mulai Tumbuh
Virtual office untuk Startup Teknologi memang membantu menghemat biaya pada tahap awal. Namun, pertimbangkan lagi alamat dan fasilitas yang digunakan ketika perusahaan berkembang. Ada dua kondisi yang biasanya mendorong startup meninjau kembali pilihan tersebut.
- Perekrutan tim on-site. Perusahaan tentu membutuhkan ruang kerja khusus ketika mulai merekrut karyawan yang harus bekerja di satu lokasi setiap hari. Anda masih diperbolehkan mempertahankan alamat legal di virtual office sambil menyewa ruang kerja terpisah. Pertimbangkan perpindahan ke kantor fisik dan menyatukan alamat administrasi apabila kebutuhannya semakin mendesak.
- Kewajiban pengukuhan PKP. Seiring pertumbuhan bisnis kemungkinan pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) semakin terbuka lebar. Kewajiban ini mengikuti kriteria dan ketentuan perpajakan yang berlaku. Baca artikel tentang syarat virtual office untuk PKP supaya lebih jelas.
Checklist Hal Ini Sebelum Menentukan Alamat!
Periksa beberapa hal berikut agar pemilihan alamat lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Baik terkait kesesuaian alamat, kelengkapan dokumen, maupun kebutuhan operasional.
- Kode KBLI sudah sesuai dengan kegiatan usaha sebenarnya, pastikan melalui oss.go.id.
- Tingkat risiko semua KBLI yang terdaftar sudah melewati tahapan pemeriksaan. Hindari pemeriksaan hanya pada kode utamanya saja.
- Penyedia virtual office berada di zona komersial sesuai RDTR (Rencana Detail Tata Ruang).
- Format perjanjian sewa dan surat domisili bisa diterima oleh notaris dan sistem OSS.
- Penulisan alamat konsisten di akta, NIB, NPWP, dan rekening bank.
- Ada bangunan fisik yang bisa disurvei jika bank atau instansi meminta verifikasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Masih memiliki pertanyaan tentang penggunaan virtual office untuk startup? Berikut sudah ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya.
1. Apakah perusahaan dengan KBLI 62010 bisa memakai Virtual Office untuk startup teknologi?
Bisa. KBLI 62010 termasuk ke dalam kategori risiko rendah, sehingga kepemilikan NIB saja sudah tergolong cukup. Sampai sekarang belum ada persyaratan verifikasi lokasi fisik untuk kode KBLI ini.
2. Apakah investor mempermasalahkan alamat virtual office saat due diligence?
Umumnya tidak akan muncul masalah selama alamat perusahaan legal, terdokumentasi, dan konsisten di semua dokumen. Ketidaksesuaian data antar dokumen inilah yang sering menimbulkan masalah, bukan jenis alamatnya.
3. Kapan startup teknologi wajib punya kantor fisik?
Terdapat beberapa kondisi yang mewajibkan startup teknologi memiliki kantor fisik. Mulai dari bidang usaha yang termasuk berisiko menengah atau tinggi, ada infrastruktur fisik yang dioperasikan sendiri, hingga saat tim sudah bekerja on-site setiap hari.
4. Apakah startup dengan tim sepenuhnya remote tetap butuh alamat kantor resmi?
Ya. Pembuatan dokumen akta pendirian dan NIB milik perusahaan sampai sekarang masih mensyaratkan alamat usaha yang jelas. Kepemilikan alamat kantor yang resmi tidak bergantung dari dari cara tim Anda bekerja.
5. Bisakah alamat diubah dari virtual office ke kantor fisik setelah pendanaan masuk?
Bisa. Anda wajib memperbarui dokumen dan data administrasi sesuai prosedur yang berlaku. Termasuk perubahan akta, pembaruan data OSS, serta penyesuaian dokumen perpajakan atau perizinan terkait.
Mulai dari Kode KBLI, Bukan dari Harga Sewa
Virtual office cocok untuk banyak startup teknologi pada tahap awal. Namun, pilihan Anda harus sesuai dengan kode KBLI dan ketentuan usaha yang berlaku, bukan sekadar jumlah anggota tim.
Periksa KBLI, lalu pilih penyedia dengan dokumen lengkap dan alamat yang terverifikasi. Virtual Office Jakarta Timur dari Axana berada di zona komersial dan menyediakan dokumen pendukung untuk proses notaris dan OSS.
Informasi pada halaman ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum. Klasifikasi dan tingkat risiko KBLI dapat berubah. Verifikasi kode terbaru di OSS.go.id atau konsultasikan ke notaris sebelum mendaftarkan perusahaan.